This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, July 27, 2017

Cathy Sharon Kurangi Aktivitas Keartisan demi Jadi Pengusaha

Cathy Sharon Kurangi Aktivitas Keartisan demi Jadi Pengusaha - Artis peran Cathy Sharon mengaku mulai mengurangi aktivitas keartisannya. Pasalnya, sat ini ia memilih untuk berbisnis di bidang kecantikan.


"Memang dunia keartisan sudah saya kurangi ya. Itu memang mimpi saya untuk menjadi enterpreneur," ujar dia saat peluncuran lipstik bernama Urban Lips di Sofia, Senopati, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

Meski mengurangi bukan berarti ibu dua anak itu meninggalkan industri yang telah membesarkannya. Diirinya juga mengaku tak rela meninggalkan dunia hiburan.

"Jadi itu adalah napas saya dan sudah menjadi hidup saya. Kalau saya dibilang hilang dari dunia entertainment enggak," tegasnya.

[Baca juga: Cathy Sharon Pilih Kumpul Keluarga di Perkebunan]

 

Antara berbisnis dan aktivitas di industri hiburan akan dijalani beriringan oleh mantan VJ MTV tersebut. Apalagi, ia juga harus meluangkan waktu banyak untuk mengurus anak-anaknya yang masih kecil.

"Kalau saya ngurus anak sambil berbisnis bisa berbarengan. Jadi lebih flesksibel," kata dia.

"Waktu saya sekarang lebih fleksibel. Saya bisa melakukan banyak hal dalam sehari, bisa ke berbagai tempat selain antar anak sekolah, bisnis, dan lainya," kata dia.

Cathy Sharon Kurangi Aktivitas Keartisan demi Jadi Pengusaha

Posted by




Garuda Indonesia Siap Angkut 107.000 Jamaah Haji

Garuda Indonesia Siap Angkut 107.000 Jamaah Haji  - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia siap mengangkut 107.989 jamaah haji tahun ini, atau naik 37 persen dibandingkan tahun lalu.


Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N Mansury mengatakan, jumlah tersebut meningkat karena kuota jamaah haji Indonesia tahun ini mencapai 205.000. Garuda Indonesia, jelas dia, mengangkut 51 persen dari total kuota jamaah haji.  

"Ini meningkat cukup signifikan, kita perlu melakukan carter armada pesawat untuk mengangkut jamaah haji," ujar Pahala saat konferensi pers di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis (27/7/2017).  

Dalam hal ini, maskapai Garuda menyiapkan 14 pesawat berbadan lebar (wide body) untuk mengangkut jamaah haji asal Indonesia. 

Dari jumlah pesawat tersebut sebanyak 11 pesawat milik Garuda Indonesia, yang terdiri dari 1 pesawat Boeing 747-400, 5 pesawat Boeing 777-300ER, 5 pesawat Airbus A330-300 dan juga 3 leased aircraft yang terdiri dari 2 pesawat Boeing 747-400 dan 1 pesawat Airbus A330-300. Sisanya, 3 pesawat didapat dari carter. 

Penerbangan jamaah haji dilakukan pada Juli sampai dengan 26 Agustus 2017. Perseroan menargetkan pendapatan haji sebesar 10 persen dari total pendapatan penerbangan internasional. 

"Lebih besar revenue yang kami peroleh dari umrah. Kalau haji hanya 10 persen saja dari total pendapatan penerbangan internasional," pungkas dia. 

Garuda Indonesia Siap Angkut 107.000 Jamaah Haji '

Posted by




Sri Mulyani Tunda Ajukan RUU Redenominasi

Sri Mulyani Tunda Ajukan RUU Redenominasi  - Menteri Keuangan Sri Mulyani menunda pengajuan RUU redenominasi atau penyederhanaan mata uang rupiah ke dalam program legislasi nasional ( prolegnas) 2017.


"Saya rasa itu (redenominasi) bagus. Tapi saat ini pemerintah belum berpikiran untuk menyampaikan RUU itu," kata Ani, seusai menghadiri Forum Merdeka Barat 9, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

Pemerintah dan DPR tengah fokus untuk penyusunan RAPBN 2018. Lagipula, masih banyak RUU bidang perekonomian di dalam prolegnas yang mengantre untuk dibahas bersama DPR.

Masih ada sekitar 14-15 RUU yang sudah masuk prolegnas 2017 dan diprioritaskan dibahas bersama DPR.

"Saya ingin mengatakan, silahkan ini (redenominasi) dijadikan wacana, tapi kami akan tunda dulu. Mungkin untuk saat ini, saya anggap redenominasi tidak kami diskusikan dululah, karena saya lebih fokus pada (penyusunan) APBN 2018," kata Ani.

Sebelumnya, Bank Indonesia mendorong RUU redenominasi masuk ke prolegnas 2017. Hal itu karena perekonomian Indonesia tengah membaik. 

Sri Mulyani Tunda Ajukan RUU Redenominasi 

Posted by


Wednesday, July 26, 2017

Eks Kapolda Metro Jaya di Mata Gubernur DKI

Eks Kapolda Metro Jaya di Mata Gubernur DKI -  Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya dari Irjen Mochamad Iriawan kepada Irjen Idham Azis. Acara tersebut digelar di Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ).

Pada kesempatan tersebut, Djarot mengatakan kondisi Jakarta relatif aman selama Polda Metro Jaya ada di bawah kepemimpinan Iriawan. Apalagi, Iriawan dianggap pandai berkomunikasi dengan masyarakat.


Pak Iriawan kan sudah meletakkan dasar komunikasi yang baik, sehingga Jakarta menghadapi even-even besar, kondisi aman terkendali," ujar Djarot di Mapolda Metro Jaya, Rabu 26 Juli 2017 malam.

Djarot lantas mengucapkan selamat datang kepada Idham sebagai penerus Iriawan di Polda Metro Jaya. Mantan Wali Kota Blitar itu yakin, Idham mampu membawa Polda Metro Jaya lebih baik dari sebelumnya.

"Pastilah. Saya pikir Pak Idham mampu. (Polda Metro) sudah baik. Semoga ke depan lebih baik lagi," ucap Djarot.

Acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya ini juga dihadiri sejumlah pejabat dari TNI, Pemprov DKI, DPR, hingga pengusaha. Namun acara ini tertutup untuk media.

Eks Kapolda Metro Jaya di Mata Gubernur DKI

Posted by



KPK Perkuat Kerja Sama dengan Lembaga Antikorupsi Malaysia

KPK Perkuat Kerja Sama dengan Lembaga Antikorupsi Malaysia - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima tamu dari lembaga antikorupsi Malaysia Anti-Corruption Commission (MACC). Kedatangan MACC yang diwakili oleh Datul Zulkifli Ahmad diterima langsung oleh Pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Saut Situmorang.

Kedatangan Zulkifli ini untuk memperkuat kerja sama dalam mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi di Tanah Air. Termasuk membahas beberapa kasus yang terjadi di kedua negara.


Anda bayangkan saja, umur komisi (MACC) itu sudah 50 tahun," ujar Agus Rahardjo di Gedung KPK, Kuningan, Persada, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017).

Agus pun sempat membandingkan lembaga antikorupsi kedua negara. Sejauh ini, Pimpinan KPK selalu mengeluh terkait sumber daya manusia yang ada di KPK.

"Kemudian Malaysia ini penduduknya hanya 30 juta. Komisi itu pegawainya 2.900. Nah kemudian mereka memiliki 14 cabang di seluruh Malaysia," kata Agus.

Zulkifli sendiri mengakui kedatangannya untuk tukar pikaran terkait pembumihangusan koruptor. Termasuk juga mengukuhkan kerja sama dalam hal penindakan dan penangkapan para koruptor.

"Kedua pihak telah setuju untuk mengukuhkan lagi dan melihat lagi kerja sama yang erat. Dan juga untuk memberikan sokongan dan dokongan kepada KPK pada tindakan-tindakan yang diambil terhadap isu-isu rasuah di Indonesia," terang Zulkifli.

KPK Perkuat Kerja Sama dengan Lembaga Antikorupsi Malaysia

Posted by


Ketua KPK Agus Rahardjo: Kami Tidak Menzalimi Setya Novanto

Ketua KPK Agus Rahardjo: Kami Tidak Menzalimi Setya Novanto - Dua gambar bernada protes terhadap KPK diunggah dalam akun resmi Instagram DPR, dpr_ri. Salah satu gambar itu, diunggah Rabu 19 Juli 2017, mengutip ucapan Koordinator Komite Aksi Pemantau Angket KPK (Kompak) M Amin Fahrudin.

"KPK Kerjanya Nguping. Kerja KPK hampir semua bergantung pada alat sadap. Kemudian ditindaklanjuti OTT. Maka sudah pasti yang didapat nilainya kecil. Coba KPK bekerja dengan nalar hukum yang canggih dengan mendasarkan pada hasil audit BPK, pasti (korupsi) yang dibongkar nilainya ratusan miliar bahkan triliunan," tulis Amin.

Posting tersebut menambah riuh "perseteruan" DPR dengan KPK. Dua hari sebelumnya, KPK menetapkan orang nomor satu DPR, Setya Novanto, sebagai tersangka kasus e-KTP.


Beberapa pekan sebelumnya, DPR membentuk Pansus Hak Angket KPK. Ini bermula dari protes sejumlah anggota Komisi III DPR lantaran KPK menolak membuka rekaman pemeriksaan Miryam S Haryani dalam kasus e-KTP.

Di bawah pimpinan Agus Rahardjo, KPK ada dalam pusaran konflik, persis setelah kasus e-KTP bergulir kencang. Bagaimana KPK bersikap? Apakah pertimbangan politis masuk dalam kerangka kerja mereka? Simak wawancara khusus Liputan6.com dengan Agus di kantornya, Selasa 25 Juli 2017.

Apakah ada keraguan saat mengerjakan kasus e-KTP? Ini kan menyangkut orang-orang penting...

Kasus e-KTP sudah dinaikkan sejak komisioner yang sekarang belum menjadi pimpinan. Sebelum kami masuk, sudah dinaikkan. Kami kemudian melihat apa yang masih menjadi utang kami. Kemudian kami evaluasi dan kami kerjakan. Sebetulnya masih banyak utang lain. E-KTP itu cuma salah satunya. Saya masih mendorong teman-teman untuk menyelesaikan utang-utang itu.

Tapi kasus e-KTP ini kan menyeret nama-nama besar. Apakah hal itu tidak menjadi pertimbangan?

Pasti jadi pertimbangan. Tapi sebagaimana lambang Dewi Keadilan yang matanya ditutup dan membawa timbangan dengan posisi sejajar, tidak njompang, kami tidak membeda-bedakan orang di depan hukum. Semoga kami bisa menyelesaikan dengan baik nanti

Publik terkejut juga saat KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka...

Mestinya dengan surat dakwaan (Irman dan Sugiharto, red.), orang sudah bisa menduga. Jadi, tidak perlu menjadi kejutan karena arahnya akan ke sana. Yang penting, seperti sering saya sampaikan, kami tidak serampangan dan mempunyai alat bukti yang kuat. Insya Allah, itu nanti akan dibuktikan di pengadilan

Di sisi lain Setya Novanto merasa dizalimi KPK. Apa tanggapan Anda?

Tidak sama sekali menzalimi. Selalu setiap kami melangkah, melakukan tindakan, jauh sekali dari niat zalim. Tapi, ada yang sangat basic dalam pandangan saya,  mbok orang itu jangan bohong. Kalau Pak Setya Novanto mengaku tidak mengenal Andi Narogong, itu bohong.

Apa KPK bisa membuktikan kebohongan itu?

Ya.

Saat penetapan Setya Novanto sebagai tersangka, Anda mengacungkan tinju. Apa maksudnya?

Sebetulnya saya hanya menggelorakan semangat. Mari kita bangkit, mari segera mengatasi permasalahan seperti ini. Jadi saya hanya memberi semangat. Sama sekali tidak ada maksud untuk menghina, merendahkan. Saya ingin membangkitkan semangat rakyat untuk bersama menuntaskan kasus seperti ini.

Ketua KPK Agus Rahardjo: Kami Tidak Menzalimi Setya Novanto

Posted by


Tuesday, July 25, 2017

Keponakan Muhtar Ependy Sebut KPK Beri Fasilitas Pijat ke Saksi

Keponakan Muhtar Ependy Sebut KPK Beri Fasilitas Pijat ke Saksi - Pansus Angket KPK menghadirkan Niko Panji Tirtayasa, keponakan dari terpidana pemberian keterangan palsu dalam kasus suap sengketa Pilkada Empat Lawan dan Palembang, Muhtar Ependy. Nika mengatakan KPK memberi identitas baru kepadanya selama kasus tersebut bergulir hingga pengadilan.

"Miko ini identitas baru yang dibuat. Nama Niko itu sudah berdasarkan data terbaru dari desain dan kartu keluarga, silakan di cek di sekolahan saya dan ijazah," ucap Niko di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (25/7/2017).


Dia juga mengaku mendapat fasilitas dari KPK, sebelum menjadi saksi pada kasus yang menjerat mantan Wali Kota Palembang, Romi Herton itu. Salah satunya, fasilitas pijat di sebuah hotel.

"Saya dikasih fasilitas pijat di Hotel Aston kawasan Rasuna Said. Waktu itu saya dikasih fasilitas lebih, dibandingkan calon saksi yang lain. Saya dikasih mobil kalau yang lain naik taksi," ujar Niko.

Menurut dia, pihak KPK lalu memberinya panduan untuk menjawab pertanyaan saat persidangan sebagai saksi nanti.

"Makanya ngeri, ada Pak Pulungan dan Bu Eli. Saya diarahkan harus ngomong apa dan enggak boleh sidang bareng dengan paman (Muhtar Ependy)," kata Niko.

Selain tinggal di hotel, Niko mengaku melakukan perjalanan wisata ke beberapa tempat di Indonesia. Kegiatan itu, kata dia, juga langsung diketahui oleh pihak KPK.

"Kita wisata ke Raja Ampat, Bali, lalu Lombok dan baru kembali ke Jakarta. Setiap perjalanan itu dua orang penjaga saya selalu melaporkan apa yang saya lakukan ke Novel Baswedan," jelas Niko.

Pernah Ditangkap

Nama Miko atau Niko pernah dicurigai sebagai penyerang penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Polda Metro Jaya pun memeriksanya secara intensif sebelum akhirnya dilepaskan. Penyidik beralasan tidak ada bukti kuat yang mengarah ke Niko penyerang Novel.



Niko pernah dihadirkan sebagai saksi sidang kasus dugaan suap pengurusan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan terdakwa Akil Mochtar.

Dia merupakan salah satu saksi kunci dalam kasus yang menjerat Akil Mochtar. Niko adalah keponakan sekaligus asisten pribadi Muhtar Ependy. Muhtar sendiri disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Akil.

Anak buah Muhtar Ependy di PT Promit Internasional, Sri Dewi Koryani, mengaku tahu bosnya dekat dengan Akil dari Niko.

"Setahu saya beliau makelar kasus di MK. Karena setahu saya dari Miko, dia sering meminta uang kepada orang-orang yang akan dimenangkan," kata Sri di muka sidang Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta, Jumat, 4 April 2014.

Keponakan Muhtar Ependy Sebut KPK Beri Fasilitas Pijat ke Saksi

Posted by


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More