Sunday, July 16, 2017

Hikayat Para Pencari Mayat

Hikayat Para Pencari Mayat - Ijin melaporkan, telah terjadi laka air di Dam Colo. Nama korban : Makmum. Jenis Kelamin : Laki-laki. Umur : 37 tahun. Alamat : Karangturi RT 01 RW 07 Dalangan Tawangsari…."

Pesan teks ini muncul di layar gawai seorang relawan Basarnas Jawa Tengah, mengikuti bunyi beep sebelum gawai itu disentuh jari. Si penerima pesan langsung menelepon beberapa nomor. Teman-temannya dikumpulkan dan mereka segera naik ke sebuah mobil warna oranye, menuju lokasi yang disebutkan dalam pesan teks itu.

Beberapa hari sebelumnya, ada pula pesan yang mirip. Tidak sama tapi senada. Bedanya, kecelakaan yang dilaporkan terjadi di gunung. Reaksi atas teks itu sama, bersiap dan berkumpul untuk kemudian ramai-ramai naik mobil warna oranye menuju lokasi yang disebutkan.

Tiba di lokasi yang dituju, kelompok manusia berpakaian oranye itu langsung sigap. Sibuk. Ada yang menjaga komunikasi dengan radio, ada pula yang langsung menyiapkan perahu karet atau menyiapkan peralatan mendaki gunung. Tujuan mereka satu, mencari sosok yang disebutkan dalam pesan teks itu, hidup atau mati.



Meski mayoritas sosok yang dicari sudah mati, namun tak ada sedikitpun yang berbicara tentang kematian sebelum target ditemukan.

Pasukan berseragam oranye ini adalah orang-orang biasa. Ada yang sudah menjadi kepala keluarga alias seorang ayah, namun banyak pula yang masih berstatus pacaran. Tak sedikit pula yang benar-benar masih jomblo. Merekalah pasukan pencari mayat. Mereka relawan dari Badan SAR Nasional.

Kepala Humas Basarnas Kantor SAR Semarang Zulhawary Agustianto menyebutkan bahwa siapapun yang bergabung ke Basarnas dalam posisi apapun, harus siap diberangkatkan sebagai penyelamat. Bahkan seorang sekretaris cantik pun harus siap diberangkatkan mencari korban kecelakaan.

"Yang cukup sulit memang tugas pencarian. Baik operasi SAR air maupun gunung, itu sangat sulit. Beda jika kami mendapat tugas evakuasi korban kecelakaan lalu lintas. Karena posisi korban sudah jelas sehingga tugas lebih mudah," kata Zulhawary kepada Liputan6.com, Minggu (16/7/2017).

Relawan SAR dari Pos SAR Cilacap Ipul juga mengakui hal yang sama. Menurutnya, apapun kondisinya, pola pikirnya adalah penyelamatan. Bahkan ketika target yang ditemukan ternyata sudah dalam posisi meninggal dunia, mereka tetap menggunakan istilah penyelamatan.

"Kalaupun sudah dalam kondisi meninggal, setidaknya menyelamatkan anggota keluarganya dari stres akibat penasaran berkepanjangan," kata Ipul.

Hikayat Para Pencari Mayat

Posted by


0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More