Friday, April 14, 2017

Gempa Politik Bisa Terjadi Jelang Pencoblosan

Gempa Politik Bisa Terjadi Jelang Pencoblosan - Berdasarkan pengamatan dosen politik UIN Jakarta, Adi Prayitno, para kandidat gubernur dan wakil gubernur Jakarta saling menahan diri selama perdebatan pamungkas semalam.



Menurutnya, baik paslon dua dan tiga sama-sama sudah mempelajari dengan cermat kelemahan masing-masing. Sehingga mereka amat berhati-hati untuk tidak terpancing emosi dan melontarkan serangan balik kepada lawannya.

“Mereka menahan diri supaya tidak terpeleset jadi prahara politik,” nilainya saat berpartisipasi dalam diskusi Redbons di redaksi Okezone.

Di sisi lain, Adi juga meninjau jajak pendapat sejumlah lembaga survei. Semua menyatakan Anies-Sandi mengungguli Ahok-Djarot dalam debat final yang dimoderatori Ira Koesno tersebut.

Meski begitu, Adi memperingatkan agar paslon 3 tidak berleha-leha meski sudah di atas angin. Adi memperkirakan, gempa politik masih mungkin terjadi jelang hari pencoblosan. Seperti pada putaran pertama, ketika beberapa survei mengunggulkan paslon nomor 1, nyatanya mereka tersingkir.

“Margin 5 sampai 6 persen itu seharusnya bisa jadi peringatan buat tim pemenangan. Jangan sampai mendahului Tuhan dalam berpolitik. Hati-hati yang kepeleset dan kesenggol dikit bakal jadi malapetaka pada hari H,” tegasnya. 

Gempa Politik Bisa Terjadi Jelang Pencoblosan

Posted by


0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More