Antisipasi kelompok ISIS dari Filipina, Brimob patroli di perbatasan - Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur ditempatkan di Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara. Mereka meningkatkan patroli sebagai langkah antisipasi masuknya kelompok radikal dari kota Marawi yang sedang diserang militer Filipina.
Peningkatan patroli di Sebatik dirasa penting lantaran kawasan ini merupakan salah satu pulau terluar di Kalimantan Utara. Sejak Kamis (1/6) satu pleton Brimob Kompi C Detasemen Pelopor Nunukan yang berjumlah 33 personel sudah diberangkatkan ke pulau itu.
"Jadi, personel Brimob ini ditugaskan menjaga kemungkinan masuknya kelompok radikal seperti ISIS dari Filipina masuk ke Indonesia melalui Sebatik," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, Sabtu (3/6).
Dilihat dari kondisi geografisnya, Sebatik berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia. Sehingga, memerlukan perhatian ekstra terhadap pergerakan orang keluar masuk Sebatik.
"Dengan begitu, pimpinan Polri mengambil upaya sejak dini sebagai langkah antisipasi. Diharapkan memberi rasa aman bagi warga perbatasan. Ya, sekaligus mengawasi keluar masuknya orang dan barang-barang," tambahnya.
Ade menjelaskan pada Jumat (2/6), personel Brimob bergegas melakukan patroli, bersama dengan jajaran Polsubsektor Sebatik menyusuri Sungai Taiwan sampai dengan Sungai Batang.
"Tim bersama Brimob dan Polsubsektor ini juga berpatroli ke perkebunan sawit, milik masyarakat dan juga di jalur-jalur darat dengan medan berbukit yang memungkinkan jadi jalur keluar masuk orang dan barang,"
Antisipasi kelompok ISIS dari Filipina, Brimob patroli di perbatasan
Posted by







0 comments:
Post a Comment